Site icon MediaViral24

Gen Z Susah Punya Rumah? BCA Tawarkan Solusi Lewat KPR

Gen Z

Gen Z Susah Punya Rumah? BCA Tawarkan Solusi Lewat KPR

Gen Z Memiliki Impian Sebuah Rumah Sesuatu Yang Sangat Di Harapkan Sekali Untuk Bisa Punya Tempat Tinggal Pribadi. Banyak yang merasa berat memulai perjalanan kepemilikan properti karena sifat penghasilan yang baru berkembang, belum mapan. Atau harus mengatur cash flow untuk kebutuhan lain seperti pendidikan, tabungan, dan gaya hidup. Namun PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melihat tantangan ini dan meresponsnya dengan menawarkan solusi lewat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema bunga fix berjenjang.

Program ini di perkenalkan dalam ajang BCA Expoversary 2026, yang berlangsung pada 5–8 Februari 2026 di ICE BSD, Tangerang. Skema ini disebut dapat menjadi opsi menarik untuk membantu Gen Z menapaki tahap awal kepemilikan rumah dengan cara yang lebih fleksibel dan sesuai kemampuan finansial mereka.

Skema KPR fix berjenjang berarti suku bunga kredit tidak langsung tinggi atau mengambang sejak awal. Melainkan di tetapkan rendah di tahun-tahun pertama, lalu meningkat secara bertahap mengikuti periode tertentu selama masa cicilan. Metode ini berbeda dengan bunga floating yang berubah-ubah berdasarkan suku bunga acuan. Serta berbeda dengan bunga fixed jangka panjang yang stabil tetapi sering kali lebih tinggi di awal masa kredit.

Pada KPR fix berjenjang, bunga yang lebih rendah di awal membuat cicilan bulanan menjadi lebih terjangkau saat pertama kali mengambil kredit rumah. Hal ini ideal bagi Gen Z yang biasanya baru memasuki dunia profesional, memiliki penghasilan awal yang belum stabil, atau sedang mengembangkan usaha mereka.

Mengapa Program Ini Tepat untuk Gen Z?

Menurut Direktur BCA Haryanto T. Budiman, skema bunga fix berjenjang ini di rancang untuk menjawab kesulitan generasi muda dalam menabung dan mencicil rumah secara langsung. Di tahun-tahun awal, bunga rendah membantu meringankan beban pembayaran. Sehingga Gen Z bisa lebih mudah menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan mereka.

Haryanto menyebut bahwa sebagian besar nasabah BCA saat ini berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun yaitu Gen Z. Karena itu, bank berusaha berbicara “dengan bahasa yang sama” kepada generasi tersebut agar kebutuhan finansial seperti kepemilikan rumah bukan lagi menjadi mimpi yang sulit di wujudkan.

Sementara itu, Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menambahkan bahwa program ini khusus menargetkan Gen Z karena karakter ekonomi mereka yang cenderung memiliki penghasilan rendah di awal karier, namun berpotensi meningkat seiring berjalannya waktu. Dengan demikian, bunga fix berjenjang memungkinkan suite cicilan lelaki mengikuti pertumbuhan finansial tersebut.

Estimasi Tenor dan Promo Penawaran

Program KPR fix berjenjang dari BCA ini di tawarkan dengan tenor minimal 10 tahun. Tetapi bisa lebih panjang tergantung kebutuhan dan kesepakatan antara nasabah dan bank. Tenor yang lebih panjang memberi ruang Gen Z untuk mencicil rumah tanpa harus terbebani cicilan bulanan yang terlalu besar.

Selain itu, dalam event BCA Expoversary 2026, bank juga menggaet promo KPR dengan bunga spesial mulai sekitar 1,69% fixed 1 tahun, diskon provisi 50%, dan potongan biaya asuransi jiwa 5% penawaran yang bisa membantu menekan biaya awal pengajuan kredit rumah.

Bagaimana KPR Fix Berjenjang Bekerja dalam Praktek?

Skema fix berjenjang memulai periode bunga rendah untuk tahun pertama dan kedua. Misalnya bisa di mulai di kisaran yang relatif kompetitif di banding KPR standar. Setelah periode awal ini, bunga akan meningkat secara bertahap sesuai jadwal yang di sepakati. Meskipun bunga akan naik, kenaikan tersebut umumnya tersusun menurut tahapan yang masih lebih terprediksi di banding bunga floating biasa.

Dengan cara ini, Gen Z bisa mendapatkan periode awal cicilan yang ringan dan stabil. Memberi waktu untuk menyesuaikan kondisi keuangan mereka sebelum menghadapi bunga yang lebih tinggi di tahun-tahun berikutnya.

Mengapa Ini Penting?

Tantangan memiliki rumah bukan hanya soal harga properti yang tinggi, tetapi juga mengenai ketidakseimbangan antara penghasilan awal Gen Z dan kemampuan cicilan tetap dalam jangka panjang.

Exit mobile version