Site icon MediaViral24

Kebakaran Pabrik Sandal Swallow Medan, 12 Jam Belum Padam

Kebakaran

Kebakaran Pabrik Sandal Swallow Medan, 12 Jam Belum Padam

Kebakaran Besar Terjadi Di Pabrik Sandal Jepit Swallow Dan Savilo Milik PT Garuda Mas Perkasa Yang Berlokasi Di Jalan Yos Sudarso. Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara pada Selasa malam, 27 Januari 2026. Api di laporkan masih berkobar lebih dari 12 jam setelah pertama kali muncul dan proses pemadaman berlangsung lama karena karakter bahan produksi yang mudah terbakar.

Kebakaran di ketahui sekira pukul 22.00 WIB pada Selasa malam saat sebagian besar karyawan sedang dalam waktu istirahat antara pergantian shift. Saksi dan petugas pemadam kebakaran melaporkan kobaran api yang cepat menjalar di dalam area pabrik, terutama di bagian gudang bahan baku yang penuh material karet. Material karet yang merupakan bahan utama produksi sandal Swallow. Di ketahui sangat mudah terbakar sehingga menyulitkan petugas untuk segera mengendalikan api.

Puluhan unit mobil pemadam Kebakaran, termasuk sekitar 20 unit mobil damkar dari Damkarmat Kota Medan. Dan bantuan water cannon dari Brimob Polda Sumatera Utara, di kerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api yang tidak mudah padam. Hingga Rabu pagi, api masih tampak membakar sebagian besar area pabrik meskipun respons damkar terus digalakkan.

Warga sekitar yang tinggal tidak jauh dari lokasi kebakaran terlihat panik dan menyaksikan asap pekat hitam yang membumbung tinggi ke udara. Bahkan terdengar beberapa suara letupan kecil dari dalam area pabrik di tengarai berasal dari ledakan bahan‑bahan produksi yang ikut terbakar.

Evakuasi dan Situasi Korban

Pihak perusahaan, melalui Manajer HRD PT Garuda Mas Perkasa, Maya Novianti, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kebakaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat kebakaran terjadi, sebagian besar karyawan sedang beristirahat sehingga tidak banyak pekerja berada di area produksi. Sekitar 70 karyawan yang sedang bekerja saat kejadian langsung diselamatkan, sementara shift berikutnya dilarang masuk area pabrik untuk keselamatan.

Jumlah total pekerja yang terdaftar di perusahaan mencapai sekitar 255 orang, yang semuanya di beri libur sementara usai kejadian. Pernyataan serupa di tegaskan pula oleh Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Tohap Sibuea, bahwa “korban jiwa nihil”. Serta tidak ada laporan luka‑luka serius dari pihak perusahaan maupun kepolisian.

Penyelidikan Penyebab Kebakaran

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian di bantu oleh Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara (Labfor). Kapolsek Medan Labuhan menyatakan bahwa titik awal munculnya api di perkirakan berasal dari area gudang bahan baku. Namun tidak bisa langsung disimpulkan sebelum hasil pemeriksaan forensik terungkap.

Pihak kepolisian juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian untuk memfasilitasi proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Dan memastikan tidak ada pihak yang masuk sembarangan guna menjaga integritas penyelidikan.

Dampak Kebakaran dan Reaksi Lingkungan

Meskipun tidak menyebabkan korban jiwa, kebakaran ini di perkirakan menimbulkan kerugian material yang besar. Terutama karena hampir seluruh bangunan pabrik dan persediaan bahan baku terbakar. Sampai berita ini di tulis, nilai kerugian material masih belum bisa di pastikan dan pihak berwenang belum merilis jumlah totalnya.

Warga sekitar sempat merasakan dampak dari kejadian tersebut. Seperti asap tebal yang menyebar ke area permukiman dan aroma karet terbakar yang kuat. Kepanikan sempat terjadi, namun upaya evakuasi serta himbauan dari aparat membuat situasi relatif terkendali menjelang dini hari.

Kebakaran pabrik sandal Swallow di Medan menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi risiko kebakaran industri, khususnya di sektor yang menggunakan bahan mudah terbakar seperti karet. Meski belum ada korban jiwa, peristiwa ini menimbulkan keprihatinan publik. Dan mendorong peninjauan ulang terhadap standar keselamatan di fasilitas produksi serupa. Dengan hasil penyelidikan yang masih berjalan, fokus kini tertuju pada identifikasi penyebab kebakaran dan upaya pencegahan kejadian sejenis di masa depan.

Exit mobile version