
Perseteruan Kecantikan: Richard Lee vs Doktif Berujung Tersangka
Perseteruan Kecantikan Antara Dokter Richard Lee Dan Doktif Baru-baru Ini Mengejutkan Kabar Dari Dunia Estetika Medis Tanah Air. Dokter kecantikan sekaligus YouTuber ternama, Richard Lee, dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1). Langkah hukum ini di ambil setelah pihak kepolisian secara resmi menetapkan Richard sebagai tersangka. Penetapan status tersebut berawal dari laporan yang di layangkan oleh Samira Farahnaz, atau yang lebih di kenal publik sebagai Dokter Detektif (Doktif).
Berdasarkan keterangan Kombes Reonald Simanjuntak, Richard sebenarnya sudah menyandang status tersangka sejak pertengahan Desember 2025. Proses hukum ini di picu oleh laporan Doktif yang masuk pada awal Desember 2024 silam. Richard sedianya di panggil pada akhir tahun lalu, namun karena ketidakhadirannya, penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan.
Perseteruan Kecantikan bermula ketika Doktif membeli produk bernama White Tomato melalui platform pasar daring. Hasil pengujian menunjukkan adanya ketidaksesuaian klaim komposisi yang tercantum pada label kemasan produk tersebut. Selain itu, Doktif juga melaporkan temuan pada produk DNA Salmon yang di duga tidak memenuhi standar sterilisasi. Temuan lainnya mencakup produk Miss V Stem Cell yang di curigai sebagai hasil pengemasan ulang dari merek lain. Berbagai bukti inilah yang kemudian mendorong penyidik menaikkan status perkara ke tahap penyidikan hingga penetapan tersangka.
Perseteruan Kecantikan Richard Lee dan Doktif sebenarnya telah memanas sejak akhir tahun 2024. Perseteruan ini awalnya di picu oleh konten media sosial Doktif yang secara tajam mengkritik keamanan produk skincare milik Richard. Doktif tidak hanya mempertanyakan kualitas produk, tetapi juga menyinggung legalitas izin praktik serta klinik yang di kelola Richard.
Menanggapi serangan tersebut, Richard sempat melaporkan Doktif atas tuduhan pencemaran nama baik pada Februari 2025. Meski upaya mediasi telah di tempuh, kedua belah pihak gagal mencapai titik temu untuk berdamai secara kekeluargaan. Menariknya, sebelum Richard menjadi tersangka, Doktif terlebih dahulu di tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik tersebut.
Perseteruan Kecantikan Dugaan Pelanggaran
Perjalanan hukum yang menjerat Richard Lee berawal dari serangkaian temuan yang di laporkan oleh pihak Dokter Detektif (Doktif). Berdasarkan pernyataan resmi Polda Metro Jaya, Richard telah resmi menyandang status tersangka sejak tanggal 15 Desember 2025. Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan kepolisian yang telah di ajukan Doktif pada awal Desember tahun sebelumnya. Penyidik sebenarnya telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan pertama pada akhir Desember lalu sebagai langkah klarifikasi.
Perseteruan Kecantikan Dugaan Pelanggaran yang menjadi fokus utama penyidikan berkaitan dengan standar kesehatan serta transparansi hak konsumen. Masalah ini mencuat setelah Doktif melakukan pembelian beberapa produk kecantikan milik Richard Lee melalui sebuah marketplace. Salah satu produk yang menjadi sorotan tajam adalah suplemen White Tomato yang di beli pada bulan Oktober 2024. Setelah di lakukan pengecekan mendalam, di temukan indikasi bahwa kandungan bahan aktif yang di klaim tidak tertera dalam komposisi sebenarnya.
Selain masalah komposisi, isu sterilitas produk juga menjadi poin krusial dalam laporan yang di ajukan ke pihak berwenang. Doktif melaporkan bahwa produk DNA Salmon yang di terimanya tidak di lengkapi dengan penutup yang memadai dan tampak telah di kemas ulang. Kondisi kemasan yang tidak standar ini di nilai sangat berisiko bagi kesehatan kulit para pengguna jika produk tersebut terkontaminasi. Tidak hanya itu, produk Miss V Stem Cell juga di curigai merupakan hasil repacking dari produk lain yang bermerek berbeda.
Rentetan temuan ini membuat kepolisian meningkatkan status perkara dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan secara resmi. Polisi menegaskan bahwa perlindungan terhadap konsumen adalah prioritas utama dalam menangani kasus industri kecantikan berskala nasional ini. Hingga saat ini, tim penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi ahli untuk memperkuat bukti pelanggaran di bidang perlindungan konsumen.
Konflik Terbuka Antara Richard Lee Dan Sosok Dokter Detektif
Konflik Terbuka Antara Richard Lee Dan Sosok Dokter Detektif (Doktif) telah menjadi konsumsi publik sejak akhir tahun 2024. Perseteruan ini bermula saat Doktif secara gencar mengunggah konten yang menguliti kualitas produk perawatan kulit milik Richard. Melalui berbagai platform digital, Doktif secara spesifik menyoroti ketidaksesuaian antara klaim pemasaran dengan fakta laboratorium yang ia temukan. Kritik tersebut tidak hanya menyentuh aspek keamanan produk, tetapi juga merambat ke isu legalitas izin praktik sang dokter. Polemik ini seketika memicu perdebatan panas di kolom komentar dan menjadi tren pembicaraan yang luas di media sosial.
Menghadapi serangan kritik yang bertubi-tubi, Richard Lee tidak tinggal diam dan memilih untuk mengambil langkah hukum yang tegas. Pada Februari 2025, ia secara resmi melaporkan Doktif atas dugaan pencemaran nama baik dan upaya perendahan citra produknya. Richard berargumen bahwa konten yang disebarkan oleh Doktif bersifat tendensius dan sangat merugikan bisnis estetika yang telah ia bangun. Meskipun pihak kepolisian sempat memfasilitasi upaya mediasi di antara keduanya, kesepakatan damai tetap gagal tercapai hingga saat ini. Kedua belah pihak tampak sangat teguh pada pendirian masing-masing dan memilih untuk menyelesaikan sengketa ini di meja hijau.
Dinamika hukum kasus ini pun berjalan semakin menarik dan penuh dengan drama saling lapor yang cukup rumit. Pada akhir tahun 2025, status tersangka lebih dulu dijatuhkan kepada pihak Doktif atas laporan pencemaran nama baik yang dilayangkan Richard. Meski begitu, Doktif tidak ditahan dan hanya diwajibkan melakukan lapor diri secara berkala sesuai instruksi dari pihak penyidik. Namun, keadaan kini berbalik seiring dengan penetapan Richard Lee sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang dilaporkan Doktif. Situasi ini menunjukkan bahwa kedua tokoh publik tersebut sekarang sama-sama berada dalam posisi yang cukup sulit di mata hukum.
Pengingat Penting Bagi Seluruh Pelaku Industri Estetika Di Indonesia
Kasus hukum yang melibatkan Richard Lee dan Dokter Detektif menjadi Pengingat Penting Bagi Seluruh Pelaku Industri Estetika Di Indonesia. Perseteruan ini bukan sekadar konflik personal antara dua tokoh publik yang memiliki pengaruh besar di media sosial. Lebih dari itu, polemik ini mencerminkan betapa krusialnya transparansi produk dan kepatuhan terhadap standar kesehatan nasional.
Publik kini semakin cerdas dalam memverifikasi setiap klaim manfaat yang di tawarkan oleh berbagai merek perawatan kulit ternama. Integritas seorang praktisi medis dan keamanan produk adalah fondasi utama yang tidak boleh di kompromikan demi keuntungan bisnis semata.
Status tersangka yang kini di sandang oleh kedua belah pihak menunjukkan bahwa hukum tetap bekerja secara objektif tanpa pandang bulu. Proses penyidikan yang transparan di Polda Metro Jaya di harapkan mampu memberikan titik terang bagi keresahan para konsumen. Hal ini juga menjadi momentum bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk semakin memperketat pengawasan terhadap praktik repacking.
Perlindungan hak konsumen harus selalu berada di atas persaingan pasar yang semakin ketat dan penuh dengan ambisi pribadi. Kita semua berharap agar keadilan dapat di tegakkan seadil-adilnya melalui proses pembuktian yang valid di meja hijau nanti. Itulah beberapa dari antara richard lee dan doktif dalam Perseteruan Kecantikan.