
Mie Glosor, Kuliner Khas Bogor Kenyal, Gurih Dan Bikin Nagih
Mie Glosor Salah Satu Makanan Tradisional Yang Cukup Populer Di Jawa Barat, Khususnya Di Bogor Dengan Tekstur Kenyal Dan Rasa Gurih. Indonesia di kenal sebagai surga kuliner dengan beragam hidangan unik dari berbagai daerah. Meski namanya terdengar unik, mie ini memiliki cita rasa yang sederhana namun khas, serta tekstur kenyal yang membuat siapa saja ketagihan.
Mie Glosor berasal dari Bogor dan sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Nama “glosor” sendiri berasal dari bahasa Sunda yang berarti meluncur atau tergelincir. Sebutan ini merujuk pada teksturnya yang licin dan kenyal sehingga terasa seperti “meluncur” saat di santap.
Mie Glosor biasanya mudah di temukan di pasar tradisional, terutama saat bulan Ramadan. Banyak pedagang menjual mie ini sebagai menu berbuka puasa karena rasanya yang gurih dan mengenyangkan, namun tetap ringan di perut.
Ciri Khas Mie Glosor
Hal pertama yang membuat mie glosor berbeda dari mie lainnya adalah warnanya yang kuning cerah. Warna ini bukan berasal dari pewarna buatan, melainkan dari campuran kunyit dalam proses pembuatannya. Kunyit tidak hanya memberikan warna alami, tetapi juga aroma khas yang menggugah selera.
Teksturnya lebih besar dan tebal di banding mie biasa. Bentuknya panjang dan agak pipih, dengan permukaan yang halus dan licin. Saat di pegang, mie ini terasa lembut dan sedikit berminyak, sehingga tidak mudah lengket satu sama lain.
Cara Penyajian
Mie ini bisa di sajikan dalam dua cara utama, yaitu di goreng atau berkuah.
- Mie Glosor Goreng
Versi ini biasanya di masak dengan bumbu sederhana seperti bawang putih, bawang merah, cabai, dan sedikit kecap. Tambahan sayuran seperti kol dan daun bawang membuat rasanya semakin segar. Terkadang di tambahkan potongan tahu atau oncom untuk menambah cita rasa khas Sunda. - Mie Glosor Kuah
Versi berkuah memiliki rasa yang lebih ringan namun tetap gurih. Kuahnya biasanya berbumbu sederhana dengan sentuhan kunyit dan rempah. Cocok di santap saat cuaca dingin atau hujan.
Kedua versi tersebut sama-sama lezat, tergantung selera masing-masing. Namun, banyak penikmat kuliner lebih menyukai versi goreng karena rasa bumbunya lebih kuat dan meresap ke dalam mie.
Bahan dan Proses Pembuatan
Mie ini di buat dari tepung sagu atau tepung kanji yang di campur dengan air dan kunyit. Adonan tersebut kemudian di olah hingga berbentuk mie panjang sebelum di rebus sampai matang. Karena berbahan dasar sagu, teksturnya menjadi lebih kenyal di banding mie berbahan tepung terigu.
Proses pembuatannya relatif sederhana, tetapi membutuhkan teknik agar tekstur yang di hasilkan pas—tidak terlalu lembek dan tidak terlalu keras. Setelah matang, mie biasanya di beri sedikit minyak agar tidak saling menempel.
Nilai Budaya dan Tradisi
Sebagai kuliner khas Bogor, mie glosor bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya lokal. Banyak warga Bogor yang memiliki kenangan masa kecil dengan hidangan ini, terutama saat berbuka puasa bersama keluarga.
Di pasar tradisional seperti Pasar Bogor atau Pasar Anyar, mie ini menjadi salah satu menu favorit saat Ramadan. Kehadirannya setiap tahun membuat suasana pasar semakin semarak dan penuh nostalgia.
Potensi dan Popularitas
Meskipun belum seterkenal mie ayam atau bakso, mie glosor memiliki potensi besar untuk di kenal lebih luas. Dengan tren kuliner tradisional yang kembali di minati generasi muda, mie glosor bisa menjadi salah satu ikon kuliner Nusantara yang naik daun.
Beberapa pelaku usaha kuliner bahkan mulai mengemas Mie Glosor dalam bentuk siap masak agar bisa di nikmati di luar Bogor. Inovasi seperti ini membuka peluang bagi mie glosor untuk menembus pasar yang lebih luas.
Mie ini adalah bukti bahwa kuliner tradisional Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang patut di lestarikan. Dengan tekstur kenyal, warna kuning alami dari kunyit, serta cita rasa gurih yang sederhana, mie ini mampu memikat siapa saja yang mencobanya.